Have You Read Me?
I wrote you love letters…
a letter in every second
a word for every emotion
a sentence in every breath
a paragraph for every wish, hope, and memories..
then I fly it, I sent it in my every pray
‘cause I made a love letter every time I pray for you.
Ketika semua mendekat, aku tak bisa ikut..
Lalu aku cemburu, tapi tak ada yang mau tau. Memangnya siapa aku?
~
Ada yang berbisik: “kau mungkin tak bisa mendekat, kau mungkin yang paling tak bisa kujangkau, tapi hatiku berada tepat di dekat hatimu..”
~
Lalu aku pergi tidur,
itu tadi pasti suara hatiku sendiri…
The Avengers (Iron Man) by Amogh
~
can’t waaaiit…!! premier this Friday on local theater :)
*kyaaaaa…
Hello there! I’m Jo, an American expat based in London. While my 9 to 5 is in finance, photography is what I rest on as a creative outlet. I particularly love to take pictures that are able to tell endless stories.
Blog: http://candidsbyjo.com/
~
hi Jo, i like the elephant that u captured here :)
From Nicolas Marlet’s Sketchbook
Available for sale here (x)
~
what a cute sketch !
>.</
Via books, paper, scissors
I Let It Go.. [part 1]
Pernahkah kamu tidak dianggap teman oleh orang yang kamu anggap teman?
Aku pernah.
~
Jauh waktu.
Ketika dunia menurutku masih begitu sederhananya, ternyata ada mereka yang sudah begitu canggihnya bisa memilah-milah kasta dalam pertemanan. Bahkan dengan terang-terangan bicara padaku, menghitung orang-orang yang dianggapnya teman, dan aku tak disebutkannya. Ohh..
~
Saat itu tak ada yang menanyakan padaku bagaimana rasanya tidak dianggap teman. Jadi kutelan saja bulat-bulat perasaanku waktu itu, sendirian. Pura-pura tak peduli.
~
Butuh waktu yang lama, sangat lama bahkan, untuk kembali berani berteman. Sekian lamanya aku ter-mindset ‘aku tak pantas jadi teman’..
Aku ketika itu masih terlalu polos untuk bisa membenci mereka yang tak mengganggapku teman itu. Selalu yang kusalahkan adalah diriku sendiri. Kenapa aku tak dianggap teman? Kenapa mereka bisa berteman dan aku tidak? Apa yang harus kulakukan agar aku juga bisa dianggap teman? Apa aku pernah menyakiti perasaan mereka„,sampai-sampai aku tidak dianggap teman begitu? Jangan-jangan orang-orang selain mereka juga tak ada yang menganggapku teman? Jadi selama ini aku tak punya teman?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bisa terus berlanjut seakan tak ada ujungnya..
~
Mungkin secara tak sadar, kejadian itu menimbulkan trauma di alam bawah sadarku. Trauma berteman.. Sungguh penyakit yang parah.
Bahkan mungkin sampai sekarang, walaupun sudah mendingan, aku sadar aku masih membentengi diri dalam berteman.
Ini karena solusi yang kuambil ketika itu: jangan terlalu sayang pada temanmu, pada akhirnya toh mereka belum tentu menganggapmu teman.
~
Solusi yang payah. Aku akui itu.
~
~
~
Sekarang.
Terima kasih pada sang waktu. Terima kasih pada Sang Pencipta Waktu :)
Malam ini aku bisa berkaca pada kejadian semacam itu. Tidak untuk menyalahkan siapa-siapa (karena aku sudah pernah menghabiskan begitu banyak waktu untuk itu), tapi untuk mengikhlaskan kejadian itu. To let it go.. :)
Kebaikan itu gak minta alasan, apalagi balasan. Just do it, and let it go. Let it be.
~
~
..and now,
I let it go.
:D
Time to move on. People get divorced. Life doesn’t owe you your own personal happy ending especially at another’s, or in this case several others’, expense.
–Axl Rose (via jhnmyr)
~
john mayer sudah mengikuti jejak axl rose untuk move on,
saatnya aku menyusul.
eh tapi itu kok pake ‘expense’ sih??
Via ONE FORTY PLUSThe Eyes (That I Used to Loved)
Seperti mata yang menyapa,
berbahasa pada milikku yang memandang kagum padanya
~
Tanpa suara, tanpa sapa, mata itu begitu saja memikatku
Ia lah sepasang mata pertama yang meremas hati sedemikian rupanya
Sepasang pertama yang memelukku mesra, melumpuhkan tulang-tulangku, menghentikan laju duniaku. Tanpa kata.
~
Sepasang mata, yang sudah jauh entah kemana
yang pernah membuatku rela menunggu … untuk kembali diajak beradu
~
hey u pair of beautiful eyes, i used to loved u.. :)
Senja, dan Kamu, Membayangi… (posted in facebook: february 20, 2011)
Tuan,
Keterdiaman itu seperti layaknya si bisu
Saat semua bisa kau lakukan, saat semua orang kau puaskan,
Tapi hanya ada diam dalam keramaianku
~
Tak terbacakah isyarat, tak mengertikah penantian..
Sementara yang kau punya hanya keingintahuan, dan tentunya kesombongan
~
Seperti tak bergunanya simpul congkak dalam sunyi..
~
~
Saat senja melukis merah dalam gelap,
Lilin-lilin dinyalakan..
Lalu yang kutau kau tak pernah setara pilu senyap,
Hanya misteri ria yang selalu mereka perdengarkan
~
Tak ada ketergesaan, pun perayaan
Aku hanya ingin pahlawan, tanpa kuda tanpa topeng..hanya kepastian
~
Aksara, replika, suara..
Bahkan hujan jadi lenyap
(aku semakin bosan)
Tapi tetap kucari dimana
dari sudut suara itu aku bisa berharap
~
~
Jadi… jika sampai kristal tak lagi berwarna
Maka aku telah mencoba semua
`
`
`
(karena tiba-tiba hidup begitu membuat penasaran, seperti selalu kekurangan,
Layaknya lagu yang kau persembahkan, “Mr. Curiosity”. Thanks to you, Regina Krisna)
KAKTUS (semacam pembelaan diri)
Dari sekian kosakata, benda-benda, bahkan bunga, tapi aku memilih kaktus.
~
Kaktus itu sangar diluar, indah didalam.
~
Biar saja dia berduri. Biar saja dia sendiri.
Tapi dia menyimpan air termurni dalam dirinya.
~
Bisa saja mawar kau anggap lebih indah jika tanpa duri, tapi apa jadinya jika kaktus menanggalkan duri?
Kaktus itu tak bisa berpura-pura tak tajam. Tajam itu perlu, agar tak ada yang berani macam-macam.
~
Saat yang lain berebut air dan teman di pasar hutan,
Kaktus teguh berdiri di teriknya siang dan dinginnya gurun malam yang sepi, demi menyimpan air bagi barangkali seorang pengelana dunia yang numpang lewat..
Tak bisakah kau lihat kebaikan yang ia simpan dibalik duri-durinya?
~
Tanaman lain mungkin menjadi peneduhmu dikala siang, tapi juga berebut oksigen bersamamu saat kw terlelap. Tapi kaktus tidak.
Kaktus tak akan mengkhianatimu.
~
Saat tanaman lain sibuk ber-MLM membentuk ranting dan daun yang merimbun dimana-mana sebelum siap berbunga, kaktus berbunga tepat di batang pohonnya. Tak perlu ranting menjurai-jurai tapi tak kokoh, cukup batang besar kokoh,akar yang lihai menggali dan daun yang meruncing serupa duri-duri untuk mengurangi penguapan. Cerdas. Siapa yang tak bangga?
~
Bisakah kau merangkai bunga kaktus?
Kaktus ya kaktus. Cukup dirinya sendiri untuk memperlihatkan keindahannya. Kata siapa sederhana itu tak cantik?
~
Kau boleh pergi jauh, meninggalkan kaktus sendiri terlupakan sampai berminggu-minggu. Aku jamin ia akan tetap kuat. Kaktus tak manja. Ia akan menghemat kepercayaan yang kau beri.
~
Hanya saja, jangan kau biarkan dia berlama-lama kehujanan..ia akan membusuk. Kaktus benci drama airmata..

U’re The Man In The Mirror [KAMU (yang di dalam cermin) - extended]
Diamlah disana, yakinkan dirimu.
~
Aku anggap aku yang benar.
Aku anggap aku tak sedang berkhayal.
Aku anggap…kamulah yang takut dipermainkan takdir.
~
Aku anggap,
Adalah kamu yang pergi berlari menjauh ketakutan lebih dulu.
Kamu tau seperti apa ini rasanya.
Adalah kamu yang selalu berpura-pura menganggap ini tak ada. Bukan sebaliknya.
Aku yang terperosok terkubur mati disini, adalah tak jauh beda buruknya dengan kamu disana. Beku.
~
Jadi aku anggap, kita impas.
~

~
Atau,
Memang Cuma aku?
~
Kamu memang begitu adanya.
Tegak tanpa cela
Bekerja, ria, tertawa-tawa, seperti bila kelihatannya.
Aku memang tak ada. Dan tak ada yang berlari pergi dariku, karena sejak awal memang aku tak ada.
~
Semuanya semu..
perih yang pilu, itu bukan isyaratmu
~
Aku tak peka…pada yang nyata. Dan aku tak nyata. Sementara kamu…adalah senyata-nyatanya dunia.
Ketika Bete Melanda (11/20/11, 12.42 pm)
Ada kalanya tak ada suara dan nada yang terdengar merdu bagimu. Tak ada satu kata pun yang bisa kau pahami dalam setiap tulisan, bahkan tulisanmu
~
Suatu pagi kau terbangun, tersenyum pada cermin, lalu membasuh tubuhmu.
Kemudian yang kau tau adalah kau ingin hari ini segera habis, tapi kau tak mau esok datang menjelang.
~
Siang itu kau lahap dunia, kau cium angin yang menyapa, bahkan hujan pun kau telan. Seperti masih ada celah, lalu kau hantamkan semuanya dalam gelap.
~
Kenapa ini?
Kau butuh teman? Atau kau hanya ingin diam?
~
~
Aku butuh teman. Teman dalam diam.
Selama ini tak ada yang mau berteman dengan diamku..





